Selasa, 29 Januari 2013


Ilmu faraid merupakan salah satu disiplin ilmu di dalam Islam yang sangat utama untuk dipelajari. Dengan menguasai ilmu faraid, maka kita dapat mencegah perselisihan-perselisihan dalam pembagian harta warisan, sehingga orang yang mempelajarinya mendapatkan pahala yang besar disisi Allah swt.

Untuk menjaga kelestarian ilmu Hadist tersebut sebagai dasar agama Islam, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara berkala dan bergantian mengadakan pengajian asrama yang diadakan di beberapa pondok pesantren LDII di Indonesia.


Dalam mempermudah transfer ilmu dan pengamalannya, LDII juga mencetak hadist himpunan berdasarkan topik / bab pengamalan tertentu, seperti;
Kitabulfaroid (Kitab kumpulan hadist bab tata cara pembagian harta waris).


Faraid adalah bentuk jamak dari al-faridhah yang bermakna sesuatu yang diwajibkan, atau pembagian yang telah ditentukan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Ilmu faraid adalah ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam.

Untuk menjaga kesahihan ilmunya para ulama, ustadz, mubaligh dan mubalighot LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya serta didukung dengan berbagai kitab tafsir dan sara seperti Ibnu Kathir, Muatho’, Jalalain dll.

Karena pentingnya ilmu faraid, para ustad ustazah LDII Kabupaten Barito Kuala sebanyak 3 orang mengikutkan asrama Hadist Faroid di Banjarmasin mulai tanggal 20 s/d 27 Januari 2013. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kementrian Agama Kota Banjarmasin dan instansi terkait dari Kesbangpolinmas, Kepolisian, Aparat TNI, Kelurahan dan KUA setempat serta Tokoh Masyarakat sebagai undangan. 

Para ustad ustazah menghabiskan waktu mereka untuk menelaah, mengajarkan, memahami kaidah-kaidah ilmu faraid, Mereka melakukan hal ini karena anjuran Rasulullah saw. Alhamdullilah kegiatan tersebut bisa diikuti dengan lancar dan insya Alloh para ustad ustazah tersebut akan mentransfer ilmunya kepada warganya.

Umar bin Khattab telah berkata, "Pelajarilah ilmu faraid, karena ia sesungguhnya termasuk bagian dari agama kalian." 
Abu Musa al-Asy’ari ra. berkata, "Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an dan tidak cakap (pandai) di dalam ilmu faraid, adalah seperti mantel yang tidak bertudung kepala."

 Demikianlah, ilmu faraid merupakan pengetahuan dan kajian para sahabat dan orang-orang shaleh dahulu, sehingga menjadi jelas bahwasanya ilmu faraid termasuk ilmu yang mulia dan perkara-perkara yang penting di mana sandaran utama ilmu ini ialah dari Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya.

Minggu, 13 Januari 2013

MENGAJI DI ACARA LIBURAN SEKOLAH


Pengurus DPD LDII Kabupaten Barito Kuala  pada kesempatan liburan sekolah mulai tanggal 3 s/d 5 Januari 2013 mengadakan kegiatan pembinaan generus yaitu pembelajaran menulis arab. Kegiatan ini diisi oleh para pengajar setempat. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus lainnya.

 
Pada kesempatan itu disampaikan materi peningkatan iman dan takwa untuk mengantisipasi pengaruh kerusakan remaja pada jaman sekarang. 


”Para generasi muda LDII harus bisa meniru perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. 
Beliau memperjuangankan Islam tanpa pamrih dan tanpa mengenal lelah, tidak selayaknya Generasi Muda LDII terbuai kemerlapan dunia.  Dalam acara penutupan kegiatan tersebut, diadakan ramah tamah dengan suguhan berbagai macam hidangan.




Jumat, 21 Desember 2012

PERESMIAN MESJID AL-MUHAJIRIN DESA SAWAHAN KEC.CERBON KAB.BARITO KUALA


 
Mesjid Al-Muhajirin  yang berada di Ray 16 Desa Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala, merupakan tempat kegiatan social keagamaan warga setempat yang sebagian besar adalah warga transmigrasi mulai tahun 2008.
Tempat ini di resmikan pada tanggal 28 Oktober 2012 jam 16.00 WITA, dihadiri oleh warga sekitar mesjid tersebut, dengan acara ramah tamah, ceramah agama, sambutan dari sohibul bait dan tokoh masyarakat di akhiri makan bersama dengan hidangan daging kambing  (1 ekor) di masak gulai. Kemeriahannya sangat di rasakan oleh masyarakat yang berkumpul dan hadir pada acara tersebut.
 Bangunan Mesjid Al-Muhajirin pada awalnya berada di Ray 14, kemudian di pindahkan ke Ray 16 dekat dengan poros jalan utama, bertujuan agar lebih mudah menjangkau mesjid baru serta dekat dengan sumur bor sehingga menambah kenyamanan dalam beribadah. Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW: Barang siapa membangun mesjid didunia, maka Alloh,SWT akan membangunkan dia rumah di sorga. Sebagai Ta’mir mesjid adalah Bapak Misar Effendi yang bermukim di samping mesjid. Mesjid Al-Muhajirin  ini dalam kegiatannya berada dalam naungan LDII Barito Kuala.
 Masyarakat  sekitar mesjid dipersilahkan untuk mempergunakannya  sesuai keperuntukannya.
Alhamdulillah kegiatan social keagamaan  rutin di laksanakan sesuai program –program yang sudah terjadwal.
Mudah-mudahan tempat yang berkah ini selalu mendapat lindungan dan rahmat dari Alloh, SWT. Amiiiiiiiiiiin ya Robbal Alamin.

 

Rabu, 19 Desember 2012

MUSHOLA SIROTUL MUSTAQIM


      Mushola Sirotul Mustaqim yang berada di Ray 10 Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala, merupakan tempat kegiatan social keagamaan warga setempat yang dahulunya adalah warga transmigrasi asal pulau jawa. 
      Tempat ini di bangun di era tahun 90 an, yang pada awalnya hanya berupa bangunan kayu berdinding papan dan sudah beberapa kali di renovasi sampai keadaan sekarang ini. 
Sebagai Ta’mir nya adalah Bapak Anwar Hadi yang bermukim di sebelah mushola tersebut. Mushola ini dalam kegiatannya berada dalam naungan LDII Barito Kuala.

   Namun masyarakat sekitar di persilahkan untuk mempergunakan mushala ini sesuai keperuntukannya.
Alhamdulillah kegiatan peribadatan rutin di laksanakan sampai sekarang. Mudah-mudahan tempat yang berkah ini selalu mendapat lindungan dan rahmat dari Alloh, SWT. Amiiiiiiiiiiin ya Robbal Alamin.

Minggu, 16 Desember 2012

MUSDA DPD LDII BARITO KUALA

Minggu, 16 Desember 2012 di Kecamatan Wanaraya, para pengurus LDII se- Kabupaten Barito Kuala mengadakan Musyawarah Daerah yang di adakan satu tahun sekali. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. Dalam kesempatan tersebutdi bahas AD ART, Susunan Kepengurusan, Agenda Kegiatan kedepan. Hadir dalam acara MUSDA ini semua pengurus LDII se Kabupaten Barito Kuala dan Undangan