Minggu, 07 April 2019
SILATURAHMI DENGAN BUPATI BARITO KUALA, APRIL 2019
Ketua DPD LDII Kabupaten Barito Kuala bersama Perwakilan PC dan PAC LDII Kabupaten Barito Kuala mengadakan, silaturahmi dengan Bupati di Pawon Tlogo Handil Bakti pada hari Sabtu, 3 April 2019.
Bupati mengungkapkan, dalam kesempatan itu ada beberapa hal penting yang dikomunikasikan dengan tokoh dan warga LDII.
“Pada prinsipnya, silaturahim tersebut adalah bentuk kepedulian LDII pada pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Minggu, 06 Mei 2018
ACARA RAKORDA DPD LDII KABUPATEN BARITO KUALA MEI 2018
Sebagai laporan acara kegiatan PC dan PAC tercakup DPD LDII Kabupaten
Barito Kuala selama tiga bulan ke belakang disampaikan pada acara Rapat
Koordinasi Daerah DPD LDII KABUPATEN BARITO KUALA pada tanggal 29 April
2018 bertempat di Kecamatan Tamban. Kegiatan ini dibuka dengan resmi
oleh Dewan Penasehat Bapak Singgih.
Lokasi Kegiatan Masjid LDII TAMBAN
Sidorejo, Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan
0821-5787-5497
https://goo.gl/maps/ByLAHxBR6to
Dewan Penasehat mengharapkan penyusunan program kerja harus sesuai kemampuan tujuan dan sasaran yang ideal, agar LDII semakin diterima oleh masyarakat luas. Para Pengurus supaya tetap semangat dalam menjalankan program kerjanya dengan niat tulus meningkatkan kinerja organisasi.
Sambutan kedua dari Ketua DPD LDII Kabupaten Barito Kuala Bapak M. Lutfi, S.Pd, MM. Beliau juga menghimbau kepada seluruh pengurus LDII untuk merapatkan barisan bersatu menggalang kekuatan dalam melaksanakan agenda kerja yang sudah disepakati, meningkatkan silaturahim sesama pengurus organisasi keagamaan dan menghindari penyebaran informasi hoax di media sosial.
Ketua DPD LDII memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini karena kontribusi yang totalitas. LDII diharapkan mampu menjadi mediasi atau penengah dalam segala pemecahan masalah yang terjadi di lingkup yang dihadapi maupun hubungan antar umat beragama, mampu bekerja sama dengan berbagai kalangan untuk kelancaran program kerja DPD LDII.
Tugas yang pokok adalah melakukan evaluasi seluruh kegiatan terhadap program yang telah dihasilkan serta yang telah dilakukan apakah proker (program kerja) yang direncanakan telah terlaksana dengan baik, untuk itu dibutuhkan evaluasi jika belum terlaksana dengan baik maka perlu diperbaiki agar menjadi lebih baik ataupun proker tersebut belum menghasilkan hal-hal yang diinginkan maka perlu dilakukan perubahan kegiatan agar lebih bermanfaat tepat sasaran tepat waktu tepat tenaga.
Acara dilanjutkan dengan Laporan – Laporan dari pengurus PC dan PAC LDII dari seluruh Kabupaten Barito Kuala yang hadir berjumlah sekitar 27 orang perwakilan, serta beberapa undangan lainnya.
Banyak agenda musyawarah yang di bahas terutama kegiatan menghadapai Idul Fitri dan Pemilihan Anggota Dewan di masing – masing wilayah yang akan mendatang.
Diakhir acara adalah doa bersama yang dipimpin oleh dewan penasihat.
Lokasi Kegiatan Masjid LDII TAMBAN
Sidorejo, Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan
0821-5787-5497
https://goo.gl/maps/ByLAHxBR6to
Dewan Penasehat mengharapkan penyusunan program kerja harus sesuai kemampuan tujuan dan sasaran yang ideal, agar LDII semakin diterima oleh masyarakat luas. Para Pengurus supaya tetap semangat dalam menjalankan program kerjanya dengan niat tulus meningkatkan kinerja organisasi.
Sambutan kedua dari Ketua DPD LDII Kabupaten Barito Kuala Bapak M. Lutfi, S.Pd, MM. Beliau juga menghimbau kepada seluruh pengurus LDII untuk merapatkan barisan bersatu menggalang kekuatan dalam melaksanakan agenda kerja yang sudah disepakati, meningkatkan silaturahim sesama pengurus organisasi keagamaan dan menghindari penyebaran informasi hoax di media sosial.
Ketua DPD LDII memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini karena kontribusi yang totalitas. LDII diharapkan mampu menjadi mediasi atau penengah dalam segala pemecahan masalah yang terjadi di lingkup yang dihadapi maupun hubungan antar umat beragama, mampu bekerja sama dengan berbagai kalangan untuk kelancaran program kerja DPD LDII.
Tugas yang pokok adalah melakukan evaluasi seluruh kegiatan terhadap program yang telah dihasilkan serta yang telah dilakukan apakah proker (program kerja) yang direncanakan telah terlaksana dengan baik, untuk itu dibutuhkan evaluasi jika belum terlaksana dengan baik maka perlu diperbaiki agar menjadi lebih baik ataupun proker tersebut belum menghasilkan hal-hal yang diinginkan maka perlu dilakukan perubahan kegiatan agar lebih bermanfaat tepat sasaran tepat waktu tepat tenaga.
Acara dilanjutkan dengan Laporan – Laporan dari pengurus PC dan PAC LDII dari seluruh Kabupaten Barito Kuala yang hadir berjumlah sekitar 27 orang perwakilan, serta beberapa undangan lainnya.
Banyak agenda musyawarah yang di bahas terutama kegiatan menghadapai Idul Fitri dan Pemilihan Anggota Dewan di masing – masing wilayah yang akan mendatang.
Diakhir acara adalah doa bersama yang dipimpin oleh dewan penasihat.
Minggu, 24 September 2017
LDII KABUPATEN BARITO KUALA MENGHADIRI SOSIALISASI PAHAM RADIKALISME
"Sengaja kami dari pihak Badan Kesbangpol memberikan wawasan mengenai ajaran radikal. Sejauh ini Barito Kuala kondusif dari pengaruh tersebut. Situasi yang aman ini harus dijaga dengan cara membekali para tokoh masyarakat dan agama mengenai cara penanggulangan paham radikalisme.
Dalam hal tersebut pengurus LDII Kabupaten Barito Kuala di undang untuk menghadiri acara Sarasehan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam menangkal Paham Radikalisme utamanya di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
Menurut nya penganut paham radikalisme tidak menganut toleransi. Jangankan terhadap pemeluk agama lain, terhadap sesama muslim yang beda aliran saja juga tidak bersikap toleran.
"Ciri paham radikal itu ada empat, salah satunya intoleran. Kelompok yang tidak sepaham biasanya dibilang kafir," ujarnya saat menjadi pemateri dalam sosialisasi pencegahan paham radikalisme di Aula Bahalap Setda kab. Barito Kuala pada hari Rabu 20 September 2017 yang di hadiri sekitar 50 orang peserta.
Tiga ciri lainnya, penganut radikalisme sangat fanatik terhadap madhab tertentu. Golongan ini juga lebih suka melakukan peribadatan sendiri bersama kelompoknya. Sangat jarang pengikut paham radikal mau menjalankan ibadah dengan aliran lain meskipun sesama Islam. Mereka juga sangat menghendaki perubahan dalam bentuk revolusi.
"Keyakinan terhadap kelompoknya sangat kuat. Fanatik yang berlebihan ini sangat berbahaya," tegasnya melanjutkan.
Hasil riset sepanjang tahun 2015, motif teror yang dijalankan pengikut paham radikal 45,5 persen dilandasi ideologi agama. Kasus ini bisa dilihat di Timur Tengah yang berkembang paham ISIS yang belakangan diikuti segelintir warga Indonesia. Sementara 20 persen lagi dipicu solidaritas komunal.
"Ada juga yang dilatar belakangi balas dendam dan separatisme. Aksi teror balas dendam beberapa kasus pernah terjadi di daratan Eropa,"
Sebelum kalangan radikalis meluncurkan teror yang disebut dengan aksi jihad, biasanya mereka mendapat doktrin tertentu. Penanaman doktrin yang intensif kemudian memunculkan aksi teror yang banyak merugikan umat lain.
"Orang yang diberi doktrin tentu saja sudah masuk dalam kelompoknya. Fase ini diawali dari pra radikalisme dan identifikasi diri,"
Badan Kesbangpol meminta para tokoh di Barito Kuala bisa membentengi wilayahnya dari pengaruh ini. Apabila intoleransi sudah berkembang bisa menyulut terjadinya perpecahan dan gesekan antar warga.
Rabu, 23 Agustus 2017
WARGA LDII KABUPATEN BARITO KUALA TURUT MERAYAKAN 17 AGUSTUS 2017
Meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme dapat
menjadi modal dasar dalam ketahanan bangsa. Dalam rangka menyambut Hari
Kemerdekaan RI ke- 72, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia
(DPD LDII) Kabupaten Barito Kuala mengadakan kegiatan Lomba bagi pemuda, remaja
dan anak- anak. Terdapat beberapa perlombaan yang diselenggarakan. “Kegiatan
semacam ini telah dilakukan oleh semua PC dan PAC LDII Kabupaten Barito
Kuala dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan di bulan Agustus
2017.
Mereka tetap antusias untuk menjadi pemenang dan juga ingin menjadi
yang terbaik dari yang lainnya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian
LDII untuk mengatasi masalah kurangnya pemahaman generasi muda terhadap rasa
nasionalisme dan rentannya ketahanan di wilayah masing-masing,
Perayaan lomba 17 Agustusan yang selazimnya dilaksanakan
sebelum hari kemerdekaan tiba, lebih awal pada tahun ini. Baik di beberapa wilayah
maupun masjid-masjid. Dalam hal ini, beberapa masjid LDII ikut
memeriahkan HUT RI tersebut dengan berbagai lomba pada bulan Agustusan.
Adapun tujuan khusus lain dilaksanakan kegiatan ini adalah mempererat jiwa
kebersamaan.
Acara tersebut dihadiri segenap peserta lomba, panitia dan
beberapa orang tua peserta lomba. Acara pun berlangsung cukup
meriah. Baik sebagai pemenang ataupun bagi yang belum beruntung. Hal ini
dikarenakan, mereka tetap mendapatkan hadiah hiburan yang menarik dan
mendapatkan snack. Tentunya , semua tetap bersemangat dengan tidak meninggalkan
sesi foto bersama panitia lomba.
Sekilas liputan kegiatan 17 Agustusan yang kemungkinan besar
juga dilaksanakan di masjid LDII lainnya. Inilah salah satu contoh
apresiasi kita sebagai warga LDII yang sangat mencintai Tanah Air
kita Indonesia.
SALAH SATUNYA YAITU LOMBA MEMASAK
MERDEKA !!!
Langganan:
Postingan (Atom)









